• iconman1subang@kemenag.go.id

icon Jl. Arief Rahman Hakim No.05, Cigadung, Subang, Jawa Barat

MAN 1 Subang Gelar IHT: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi

MAN 1 Subang Gelar IHT: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi

MAN 1 Subang Gelar IHT: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pendidikan Inklusi

MAN 1 Subang Gelar IHT: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

dan Pendidikan Inklusi

 

 

Subang, 30 Oktober 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Subang melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi”, bertempat di Grant Hotel Subang, Kamis (30/10/25).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si, beserta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Subang, yakni Kasubag TU dan Kasie Penmad, serta para Kepala MAN dan MTsN se-Kabupaten Subang.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Subang mengucapkan terima kasih kepada Direktur KSKK Madrasah atas bantuan 20 unit All In One PC yang diberikan kepada madrasah. Beliau juga memperkenalkan jargon madrasah, yaitu “HEBAT penuh CINTA”, yang mencerminkan semangat dan budaya positif di lingkungan MAN 1 Subang. Tak lupa, beliau memaparkan berbagai program unggulan dan capaian prestasi yang telah diraih oleh para peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Nyayu Khodijah menyampaikan materi tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Beliau menjelaskan bahwa KBC merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk menjawab tantangan zaman berupa krisis kemanusiaan, intoleransi, kekerasan, dan kerusakan lingkungan. KBC menekankan pentingnya pendidikan yang dilandasi nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan spiritualitas, sehingga madrasah dapat melahirkan insan yang humanis, toleran, dan berakhlak mulia.

Selain itu, hadir pula Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Madrasah, Dr. Anis Masykur, MA, yang menyampaikan materi mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi di Madrasah.

Beliau menegaskan pentingnya madrasah untuk memberikan layanan pendidikan yang ramah terhadap semua peserta didik, tanpa diskriminasi, serta menumbuhkan budaya inklusif yang menghargai keberagaman.

Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh pendidik di MAN 1 Subang semakin memahami dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta serta pendidikan inklusi dalam proses pembelajaran, sehingga madrasah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah, dan penuh cinta bagi seluruh peserta didik.

 

 

Kontributor : Yayat Supriatna